PENJUAL KUE

Maret 14, 2009 at 3:55 am 1 komentar

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam.

Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.

Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong

kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru

saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki

disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau

dua dari kue yang berada diantara mereka.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi

keributan.Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.

Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan

persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit

berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang

baik, sudah ku tonjok dia! Setiap ia mengambil satu

kue, Si lelaki juga mengambil satu.

Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa

yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di

wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue

terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan

separo miliknya, sementara ia makan yang separonya

lagi.

Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir ‘Ya ampun

orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia

tidak kelihatan berterima kasih’.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela

napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia

mengumpulkan barang miliknya dan menuju

pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri

tak tahu terima kasih!”.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari

bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia

merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu

ada kantong kuenya, di depan matanya.

Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati,

Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi.

Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa

sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih

dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering

terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang

lain dengan kacamata kita sendiri/subjektif serta tak

jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah,

orang lainlah yang patut disingkirkan,

orang lainlah yang tak tahu diri,

orang lainlah yang berdosa,

orang lainlah yang selalu bikin masalah,

orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal…..???

kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita

sendiri yang tidak tahu malu.

Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh

pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara

sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

 

 

Entry filed under: Yang Lain. Tags: .

Mencoba membuat Blog GAYA BELAJAR PADA ANAK

1 Komentar Add your own

  • 1. mustofa  |  April 28, 2009 pukul 8:01 am

    cukup bagus, video adat jawa agak lambat kenapa ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ingin Berbagi….

Bila kita dapat melakukan hal yang LUAR BIASA.... Mengapa kita hanya melakukan yang biasa-biasa saja... Gunakan kesempatan yang ada untuk selalu melakukan hal-hal yang berguna...

My Campuss

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG ANGKATAN 2008

Kategori

My pen

My Day

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Emirina’s Pen

TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG