Yuk…Renungkan…

 

“engkau mengharap kesuksesan, tapi tidak kau tempuh jalannya sesungguhnya perahu tidak akan melaju di atas daratan”

kesuksesan akan bisa kita raih jika kita menempuh jalannya.

ibarat perahu, ia hanya akan melaju jika tujuan telah ditetapkan, dan ia akan melaju jika ia sudah berada di tempat yang benar: air.

teringat kepada ungkapan yang sering diyakini sebagai jalan hidup oleh sebagian orang:

“hiduplah seperti air mengalir..!”

benarkah hidup harus mengalir seperti air? ungkapan tadi harus direnungkan lagi deh…! sebab menurut hukum fisika:

 “air selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah”.

dan bukankah kita semua sudah hafal betul, bahwa hanya orang-orang yang celaka saja yang hidupnya semakin hari semakin rendah? baca ayat ini deh: “sungguh, Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. kemudian, Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. ” (QS. at-Tin 4-5)

 hidup kita memang seperti air, mengalir mengikuti alur takdir yang Allah tetapkan. tapi, kita tak boleh mengalir ke tempat yang lebih rendah. kita harus naik ke tempat yang lebih tinggi, agar hidup kita bermanfaat. sebab hanya air yang ada di dekat permukaan saja yang akan jadi manfaat buat manusia. nah..! untuk naik ke tempat yang lebih tinggi,

ada dua cara yang bisa kita lakukan:

(1) menunggu orang lain menurunkan timbanya untuk kita.

(2) mendorong diri dengan pompa.

ada yang mau pilih cara pertama? orang yang cukup waras pasti akan menjawab tidak.

jadi, sepakat? mari kita pilih cara kedua! pompalah diri kita untuk terus naik ke tempat yang lebih tinggi. dan tahukah anda, apa pompa yang dimaksud? dia adalah sesuatu bernama cita-cita… !

jika kita adalah perahu, segera tetapkan tujuan dan tempuhlah jalannya! dan jika kita adalah air, segera nyalakan pompa itu!

 

 

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..

Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.”
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara”

Ketika Mayat Siap Dikafan…Suara Dari Langit Terdengar Memekik,”Wahai Fulan Anak Si Fulan

Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”
Ketika MayatDiusung…. Terdengar Dari Langit Suara Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..

Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”

Ketika Mayat Siap Dishalatkan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..

Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari Langit,”Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian….Allah Berkata Kepadanya, “Wahai Hamba-Ku…..

Kini Kau Tinggal Seorang Diri
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku
Hari Ini,….
Akan Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, “Wahai Jiwa Yang Tenang

Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”

Anda Ingin Beramal Shaleh…?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal…!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.

Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda “wakafa bi almauti wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaranbagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin….
Bahan Renungan Untuk Anda, Saudaraku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja… Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini…

Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca artikel ini.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita???

3 Komentar Add your own

  • 1. tamy  |  Maret 29, 2009 pukul 3:12 am

    so sweet

    Balas
  • 2. ade sjahab  |  Mei 7, 2009 pukul 6:53 am

    hhhmmm inspiring….thx sis

    Balas
  • 3. mohamad syaugi  |  Mei 24, 2009 pukul 1:22 am

    luar biasa, menggugah hati …🙂🙂

    Btw, dari pada naik perahu di laut (ombaknya gede + panas), mending off road naik mobil keatas gunung.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: